Penanganan Covid-19, Kutim Alokasikan Anggaran Sebesar Rp 69,3 Miliar

“Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan virus corona sebagai pandemi. Di Kalimantan Timur sudah ada 3 orang yang dinyatakan positif salah satunya dari Long Mesangat, Kutai Timur, untuk itu jangan panik namun tetap waspada, dan jagalah kebersihan,” tutur Sekda Irawansyah di Kantor Bappeda
Kutim, Kawasan Pusat Perkantoran
Bukit Pelangi,Jum’at (20/3).

Dengan adanya warga Kutai Timur positif corona dan tengah dirawat intensif di Rumah Sakit Daerah Aji Muhammad Parikesit Tenggarong Kutai Kartanegara,Irawansyah meminta agar
warga tetap waspada, kurangi aktifitas diluar rumah, jaga pola hidup bersih dan sehat jangan bepergian dalam waktu dekat atau hingga batas waktu yang sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Tidak hanya itu, guna memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kutai Timur,
Irawansyah mengatakan Pemerintah
Kabupaten Kutai Timur akan melibatkan
jajaran personel Satuan Polisi Pamong
Praja dan Dinas Pendidikan Kutim untuk
mengadakan sweeping ditempat keramaian yang ada dipusat kota.
“ Karena ini bukan libur untuk santai
melainkan proses belajar dipindah ke rumah masing-masing. Kita tegaskan kepada orang tua agar melarang anaknya untuk pergi keluar rumah guna menekan penyebaran pandemi Covid-19 ini,” tegas Irawansyah.

Masker yang langka di Kutai Timur juga
langsung di atasi, sebab Pemkab sudah
melakukan koordinasi dengan sejumlah
tukang jahit untuk membuatkan masker
dengan bahan yang berkualitas baik demi
menjaga kesehatan masyarakat Kutim.

Pemkab Kutim seperti dituturkan Bupati
Ismunandar usai memimpin Rapat
Koordinasi Khusus (Rakorsus) pencegahan
dan penanganan penyebaran virus corona
di Kantor Bappeda telah menganggarkan
Rp.69,3 Miliar untuk penanganan covid-19.
Menurut Ismunandar, anggaran yang
bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) akan digunakan untuk penanganan pasien dan masalah sosial yang timbul akibat covid-19. Ismunandar pun memberikan contohnya yakni dana Rp.20 miliar untuk pengadaan sembako bagi warga miskin yang kehilangan pendapatan harian akibat covid-19.(Hs)

Related posts