Peneliti Sebut Mengupil dapat Memicu Alzheimer hingga Demensia, Benarkah?

Penulis : Dimas A Putra | Editor : Lina F | Foto : Klikdokter

Jakarta, GPriority.co.id – Mengupil menjadi kebiasaan jorok yang sering dilakukan, hingga disebut dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Hal ini diungkap melalui penelitan yang baru – baru ini menemukan bahwa demensia, yang sering disebut penyakit pikun dini, dikaitkan dengan kebiasaan mengupil.

Yang perlu diketahui, penelitian pertama di dunia ini dilakukan pada tikus dan belum diuji pada manusia.

Hasil Penelitian Mengupil dapat Memicu Alzheimer

Penelitian yang dipublikasikan di Scientific Reports pada bulan Februari ini dipimpin oleh Griffith University di Queensland, Australia. Petugas medis di Griffith University menunjukkan bahwa mengupil dapat meningkatkan risiko terkena Alzheimer dan demensia.

Dekan penulis studi James St. John, Ph.D., kepala Clem Jones Center for Neurobiology and Stem Cell Research di Griffith University, mengatakan dalam siaran pers bahwa orang harus menghindari mengupil karena risiko terkena bakteri klamidia pneumoniae.

Bakteri ini mampu menggunakan saraf yang membentang antara rongga hidung dan otak sebagai jalur untuk menyerang sistem saraf. Sel-sel di otak kemudian merespons. Reaksi tersebut menyimpan protein beta amiloid yang merupakan indikator kunci penyakit alzheimer.

“Mengupil dan mencabut bulu dari hidung bukanlah kebiasaan yang baik. Kami tidak ingin merusak bagian dalam hidung kami dan mencabut sesuatu dari hidung bisa merusaknya,” ujarnya.

“Jika Anda merusak lapisan hidung, Anda dapat meningkatkan jumlah bakteri yang dapat naik ke otak Anda,” tambah St. John.

Direktur Divisi Kedokteran Neuromuskular di Michigan State University, Amit Sachdev M.D menyakini bakteri ini bisa menginfeksi hidung.

β€œIni adalah temuan yang sangat jelas. Infeksi itu dapat merusak saraf yang ada di hidung. Namun, kerusakan saraf lokal di hidung yang menyebabkan cedera otak ini merupakan kesimpulan yang terlalu jauh,” papar Amit Sachdev, M.D.

Namun, Dr. Sachdev menekankan tidak ada bukti yang kuat tentang hubungan antara mengupil dan demensia.

Meskipun juga merupakan faktor risiko potensial untuk mendapatkan sejumlah penyakit menular, kata Thomas Russo, M.D., profesor dan kepala penyakit menular di Universitas di Buffalo di New York. “Ini bukan kebiasaan yang higienis,” katanya.

“Jika tangan dan jari Anda terkontaminasi virus pernapasan, mengupil adalah cara untuk menularkan diri sendiri secara langsung.”

“Jika Anda khawatir tentang demensia, maka, saat ini, menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan lebih penting daripada menghindari mengupil,” kata Dr. Sachdev.