Penghargaan LKPT 2019 Bentuk Apresiasi Kemendag Terhadap Perusahaan Yang Telah Memenuhi LKPT

Jakarta,Gpriority-Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (LKTP) secara rutin yang dilakukan perusahaan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam bentuk pemberian penghargaan LKTP 2019.

Penghargaan yang berlangsung di Balai Kartini Jakarta pada Rabu (4/12) diserahkan langsung oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

Dalam sambutannya Agus mengatakan, “Penghargaan ini merupakan salah satu wujud apresiasi Pemerintah Indonesia kepada perusahaan atas komitmen dan kepatuhannya dalam menyampaikan LKTP secara rutin, tepat waktu, dan benar kepada Kementerian Perdagangan.”

Lebih lanjut dikatakan Agus, penerima penghargaan ini dibagi dalam dua kategori, yaitu kategori Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Masing-masing kategori PMA dan PMDN, baik sektor perdagangan maupun industri.

Penghargaan untuk kategori PMA sektor perdagangan diberikan kepada PT Brenntag. PT Autobacs Indomobil Indonesia.Dan PT Kline Mobaru Diamond Indonesia. Sedangkan, untuk sektor industri diberikan kepada PT Fuji Technica Indonesia.PT Kao Indonesia.Dan PT Kahoindah Citra Garment.

Sementara itu, untuk kategori PMDN sektor perdagangan diraih PT Elang Mahkota Teknologi, Tbk.PT Indomobil Multi Jasa, Tbk, dan PT Alam Hijau Teduh. Selanjutnya, untuk kategori PMDN sektor industri diberikan kepada PT Dahana (persero). Perum Percetakan Uang Republik Indonesia. Dan PT Kedaung Indah Can, Tbk.

Kriteria penerima penghargaan meliputi penyampaian LKTP secara rutin selama tiga tahun berturut-turut (2015─2017) dengan kecepatan waktu penyampaian yang dihitung berdasarkan tanggal akhir tutup buku masing-masing perusahaan dibanding dengan batas akhir enam bulan penyampaian ke Kementerian Perdagangan, dan kelengkapan dokumen yang terdiri dari profil perusahaan, opini terhadap LKTP dari Akuntan Publik, serta pernyataan kebenaran dari Dewan Direksi atau persetujuan RUPS.

Perkembangan penyampaian LKTP pada periode 2015─2017 rata-rata sebanyak 2.035. Jumlah tersebut sangat rendah bila dibandingkan dengan jumlah potensi pajak yang menurut Ditjen Pajak mencapai lebih dari dua juta entitas.

Penyampaian LKTP cenderung menurun. Hal ini disebabkan kurangnya kepatuhan dan kesadaran pelaku usaha untuk menyampaikan LKTP, serta potensi tindih regulasi, dan lemahnya penegakan hukum. Sedangkan dari sisi teknis disebabkan belum optimalnya aplikasi pelaporan, pelaporan yang belum daring, serta belum dirasakannya manfaat kepatuhan pelaku usaha terhadap kebijakan pelaporan LKPT.(Hs)

Related posts