Peran Ekonomi Lokal dalam Memperkuat Ketahanan Sosial Politik

Jakarta, GPriority.co.id-Bertempat di Hotel Sahid Jakarta, IPB bekerjasama dengan Kadin, dan Apkasi pada Senin (27/2/2023) menggelar Simposium dan Lokakarya Nasional bertajuk Nusantaranomics.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Kadin Eka Sastra, Teguh Setiabudi Dirjen Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kemendagri dan sejumlah tamu undangan yang hadir.

Acara dibuka oleh Wakil Ketua Kadin Eka Sastra. Dalam sambutannya Eka mengucapkan terima kasih kepada 500 peserta yang hadir. “Ini menandakan adanya keseriusan dari pemerintah daerah untuk meningkatkan perekonomian daerah,” jelas Eka.

Eka juga mengatakan bahwa dirinya sangat yakin ekonomi di Indonesia akan tumbuh semakin besar di tahun 2023. “Keyakinan didasari karena adanya dukungan dari pemerintahan daerah. Ini patut dipertahankan,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Eka juga meminta agar pemerintah pusat, daerah, kadin dan pelaku UMKM punya satu pikiran yang sama dan sifatnya sangat tunggal demi meningkatkan perekonomian.

Senada dengan Eka, Rektor IPB Arif Satria dalam sambutannya secara virtual menambahkan pemikiran yang semakin subur, kuat dan mandiri dalam ekonomi dan pemikiran sehingga mewujudkan masyarakat adil dan makmur. “Lokal enteprauner bisa membuat sustainable yang menjadi kekuatan Indonesia pada resesi global. Oleh karena itu acara ini menjadi pencerah dan haus akan pemikiran yang bagus sehingga tidak terjebak pada satu pemikiran,” jelasnya.

Arif juga menjelaskan dengan melihat sosial budaya yang menjadi keragaman, satu pemikiran akan menjadi awal yang baik bagi perekonomian Indonesia.

Teguh Setiabudi SPD selaku Dirjen Bina Pembangunan daerah (Bangda) Kemendagri menjelaskan bahwa Pandemi Covid-19 yang baru saja menghantam seluruh dunia membuat transaksi ekonomi menurun. Demikian juga konflik ekonomi politik Rusia dan Ukraina. Akibatnya resesi global mengancam dunia termasuk Indonesia. “Indonesia tetap waspada meskipun neraca perdagangan Indonesia surplus 5,435 miliar dan pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,31 persen,” kata Teguh.

Ancaman resesi ekonomi global juga tidak sayang pada dua hal tersebut tetapi juga pada masalah cuaca dan ramadhan. “Ini juga harus diantisipasi sehingga ekonomi tetap kuat dan stabil,” ucapnya.

Langkah yang diambil oleh pemerintah dalam rangka memperkuat ekonomi stabil dan kuat adalah menggunakan produk dalam negeri dan ketahanan pangan. “Alasannya mampu berperan besar dalam penyerapan ekonomi lokal sebesar 117 persen,” tambahnya.

Bangga menggunakan produk dalam negeri juga kian memperkuat UMKM sehingga mampu menjadi garda terdepan perekonomian Indonesia. “Arahan presiden jelas untuk meningkatkan produk dalam negeri dan mendorong komitmen belanja produk dalam negeri melalui e katalog serta Bangga Buatan Indonesia,” tukas Teguh menutup sambutannya. (Hs.Foto:Hs)