Samarinda, Gpriority.co.id – Pj Gubernur Akmal menyampaikan Peran organisasi masyarakat (Ormas) sangat strategis dalam menjaga demokrasi. Salah satunya mencegah money politics dan memantau Pilkada agar jujur dan adil.
Pj Gubernur Akmal menyampaikan harapan tersebut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang diselenggarakan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan melibatkan perwakilan organisasi masyarakat (Ormas) dari seluruh penjuru Kaltim di Ballroom Hotel Mercure, Samarinda, pada Selasa (15/10).
Menurut Akmal Malik selaku Pejabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), ormas adalah perwakilan masyarakat yang memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal proses demokrasi. “Sinergi antara pemerintah dan Ormas sangat penting untuk memastikan Pilkada berjalan lancar dan damai,” ujarnya. Dirinya pun mengingatkan pentingnya menjaga kondusifitas di tengah berbagai potensi gangguan yang mungkin muncul selama tahapan Pilkada.
Adapun potensi gangguan terhadap Pilkada, seperti money politics dan kampanye negatif, bisa mencoreng kualitas demokrasi di daerah. Atas dasar itu, ditekankan bahwa sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan Ormas sangat diperlukan. “Demokrasi yang kita bangun tidak boleh ternodai oleh politik uang atau ujaran kebencian. Ormas harus berperan aktif dalam mencegah hal ini dan ikut serta dalam memantau proses Pilkada,” tandas Pj Gubernur Akmal.
Diharapkannya pula agar ormas mampu menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan literasi politik di masyarakat. “Ormas harus mampu menjadi agen perubahan yang membantu pemerintah meningkatkan literasi dan partisipasi masyarakat dalam Pilkada. Ada komunikasi dua arah yang harus terus dibangun, sehingga kita dapat menyelesaikan berbagai potensi kendala yang muncul selama tahapan Pilkada,” ucapnya dikutip dari laman Pemkab Kutim.
Pada kesempatan yang sama, Pj Gubernur Akmal juga menegaskan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kaltim untuk tetap menjaga netralitas selama proses Pilkada. “ASN di Kaltim harus netral. Jangan menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan politik. Cukup gunakan hak suara kalian di TPS,” imbuhnya. Akmal berpesan agar ASN tidak terlibat dalam praktik politik praktis yang bisa mencederai integritas Pilkada.
Sementara itu, Plh Kaban Kesbangpol Kaltim Ahmad Firdaus Kurniawan, memaparkan bahwa Rakor ini bertujuan memperkuat peran aktif Ormas dalam menjaga stabilitas selama proses Pilkada. “Kami berharap Ormas dapat berperan lebih aktif dalam menciptakan suasana aman dan kondusif serta memahami aturan-aturan pemilu yang berlaku, sehingga proses Pilkada bisa berjalan bersih, jujur, dan adil,” sebutnya.
Berdasarkan data Kesbangpol Kaltim diketahui, sampai tahun 2024, terdapat 2.023 Ormas yang terdaftar di Kaltim, dengan 662 di antaranya tercatat aktif. Jumlah undangan dalam acara ini pun cukup besar, dengan 200 perwakilan Ormas tingkat provinsi dan 550 dari kabupaten/kota turut hadir. Usai laporan Plh Kaban Kesbangpol Kaltim dilaksanakan pembacaan ikrar bersama Ormas se-Kaltim mendukung Pilkada Serentak 2024.
Foto : Pemkab Kutim
