Rano Karno Pastikan Stok Pangan Jakarta Aman Jelang Nataru

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati saat meninjau stok bahan pokok di Pasar Senen, Jakarta, Senin (22/12). Foto: GPriority/Dimas A Putra Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati saat meninjau stok bahan pokok di Pasar Senen, Jakarta, Senin (22/12). Foto: GPriority/Dimas A Putra

Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memastikan ketersediaan bahan pangan di Jakarta masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Hal ini disampaikan Rano usai meninjau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Senen, Jakarta, pada Senin (22/12).

“Alhamdulillah stok cukup artinya ada dan menjadi kebutuhan dasar masyarakat Jakarta bisa terpenuhi,” katanya kepada wartawan.

“Ini mudah-mudahan sampai Januari ada. Januari ada, stok kita pantau terus dari mulai beras, semua komponen ada,” tambahnya.

Meski begitu, Rano mengakui terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga, seperti ayam dan telur. Namun menurutnya, kenaikan tersebut bukan disebabkan oleh momen Nataru.

“Walaupun memang ada komponen beberapa harga yang naik seperti ayam misalnya. Kemudian tadi juga seperti telur juga naik. Tapi memang kalau ayam mungkin tadi kita tanya kenaikannya bukan karena Nataru. Tapi memang sudah 4-5 bulan lalu harga ayam memang meningkat. Kalau telur juga seperti itu,” ungkap Tano.

Disisi lain, Rano juga menyoroti upaya Pemprov DKI dalam menjaga pasokan cabai dengan mendatangkannya dari Aceh sekaligus membantu mendistribusikan hasil panen dari petani yang terdampak bencana.

“Mulai hari Jumat kemarin kita mengambil cabai-cabai yang dari Aceh. Nah jadi alhamdulillah, Pak Gubernur juga setuju. Kalaulah kita punya kontrak forming dengan wilayah setempat, kalau memang nanti teman-teman kita, saudara kita di Aceh bisa menjadi mengadakan untuk stok cabai di Jakarta, itu akan jauh lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Rano mengungkapkan kebutuhan cabai di Jakarta mencapai 120 ton per hari. Adapun Pemprov DKI juga memastikan bahwa kualitas dan keamanan pangan terpenuhi.

“Artinya, selain kita mengontrol masalah kualitas, juga saya tugaskan hati-hati, jangan sampai maaf, kadang-kadang kita lalai, misalnya ada kimia, ada borak, ada segala macem,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ia memastikan, Pemprov DKI akan terus melakukan evaluasi dan menjaga ketahanan pangan di tengah berbagai faktor yang memengaruhi harga.

“Yang harus kita jaga adalah stok pangan, itu dulu. Kalau yang namanya harga naik, tidak bisa kita hindari banyak faktor. Cuaca, kemudian infrastruktur, kemudian banyak sekali faktor. Tapi inilah kita menjaga daya tahan kita kan,” ucap Rano.