Jakarta, Gpriority.co.id – Sri Mulyani Indrawati, mantan Menteri Keuangan Indonesia periode 2016-2025, resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Pengurus (Governing Board) Bill & Melinda Gates Foundation.
Penunjukan ini diumumkan pada 12-13 Januari 2026 oleh yayasan filantropi milik Bill Gates untuk memperkuat tata kelola dan misi globalnya. Pengalaman luas Sri Mulyani di bidang keuangan global, kebijakan ekonomi, dan tata kelola dinilai sangat krusial. Penunjukan ini mendukung komitmen yayasan menghabiskan dana abadinya dalam 20 tahun ke depan, dengan fokus utama pada pengentasan kemiskinan, pencegahan kematian ibu-bayi, serta pemberantasan penyakit menular. Kolaborasi sebelumnya selama hampir satu dekade, khususnya di teknologi untuk pembangunan inklusif, menjadi faktor penentu utama.
Sri Mulyani sendiri menyatakan merasa terhormat dan termotivasi untuk membawa keahliannya guna menyelamatkan nyawa serta meningkatkan taraf hidup masyarakat global. Di Dewan Pengurus Sri Mulyani bergabung dengan anggota dewan lainnya, yaitu Ashish Dhawan, Dr. Helene Gayle, Strive Masiyiwa, Thomas J. Tierney, Mark Suzman (CEO), dan Bill Gates. Sementara itu, Baroness Nemat Shafik sedang menjalani cuti sementara sebagai penasihat ekonomi Perdana Menteri Inggris.
Sebagai informasi, Dewan ini dibentuk pada 2022 untuk membawa perspektif independen dan beragam dalam pengambilan keputusan strategis. Tugas dan tanggung jawab anggota Dewan Pengurus bertanggung jawab atas pengawasan strategis dan tata kelola yayasan. Mereka memberikan nasihat kepada ketua dan tim kepemimpinan terkait anggaran serta strategi, serta bertemu tiga kali setahun untuk memandu pekerjaan, menyetujui anggaran tahunan, dan rencana empat tahunan.
Dewan juga meninjau kinerja CEO serta menyetujui kompensasinya, sambil memperkuat upaya mengurangi kematian ibu-bayi, mengendalikan penyakit menular, dan mengentaskan kemiskinan global. Setiap anggota menjabat selama tiga tahun per periode, dengan batas maksimal dua periode berturut-turut. Aturan rotasi ini memastikan pembaruan perspektif dan keberagaman secara berkala. Proses seleksi dilakukan oleh Bill Gates sebagai ketua, dengan mempertimbangkan pengalaman global di filantropi, kebijakan publik, dan pembangunan. Masa jabatan Sri Mulyani dimulai segera setelah pengumuman resmi pada Januari 2026.
Foto : Wikipedia
