Waspada Lonjakan Kasus Covid-19, Kemenkes Minta Pemda dan Faskes Harus Siaga

Penulis : M. Hilal | Editor : Dimas A Putra | Foto : Kemenkes RI

Jakarta, GPriority.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta sebelumnya telah melaporkan terdapat dua kasus kematian baru dari virus Covid-19 di penghujung tahun 2023. Maka dari itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memerintahkan, kepada Pemerintah Daerah (Pemda) dan Fasilitas Kesehatan (Faskes) di seluruh Indonesia untuk waspada dan bersiaga terhadap lonjakan kasus Covid-19 di penghujung tahun 2023 menuju awal tahun 2024.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi, menyampaikan kasus Covid-19 di Indonesia menunjukkan angka peningkatan sejak periode 8 hingga 14 Oktober 2023 lalu.

“Surat edaran ini dimaksudkan untuk meningkatkan kewaspadaan bagi pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, laboratorium kesehatan masyarakat, Kantor Kesehatan Pelabuhan, dan para pemangku kepentingan terkait peningkatan kewaspadaan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia,” ungkap Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi melansir dari surat edaran situs resmi kemkes.go.id pada Kamis (14/12).

Dalam keterangannya, ia menjelaskan kasus Covid-19 kali ini didominasi oleh Sub-Varian EG.5 yang merupakan turunan dari varian virus Omicron dan masuk kategori variants of interest (VOI) atau varian yang memiliki mutasi genetik yang diprediksi dapat memengaruhi karakteristik klinis virus.

Dalam surat edaran tersebut, tercatat imbauan dari Kemenkes RI antaranya:

1. Memantau perkembangan situasi dan informasi COVID-19 melalui kanal resmi https://infeksiemerging.kemkes.go.id (update perkembangan kasus); dan https://covid19.who.int/ (update perkembangan kasus global).

2. Memastikan tenaga kesehatan yang bekerja di pintu masuk mendapatkan perlindungan yang optimal dengan melengkapi dosis vaksinasi COVID-19 baik primer maupun lanjutan (booster) sesuai ketentuan.

3. Memantau tren peningkatan kasus Influenza Like Illness (ILI) – Severe Acute Respiratory Infection (SARI), pneumonia, dan suspek COVID-19 melalui Surveilans Berbasis Indikator/Indicator Based Surveillance (IBS) dan Surveilans Berbasis Kejadian/Event Based Surveillance (EBS) di aplikasi SKDR atau surveilans sentinel ILI-SARI.

4. Memastikan seluruh puskesmas dan fasyankes lainnya yang berada di wilayah kerjanya untuk melakukan penemuan kasus secara aktif dan pasif, serta dilanjutkan pemeriksaan laboratorium menggunakan RDT-Ag COVID-19 maupun RT-PCR.

5. Memastikan tenaga kesehatan, tenaga medis dan petugas lainnya yang bekerja di fasilitas kesehatan mendapatkan perlindungan yang optimal dengan melengkapi dosis vaksinasi COVID-19 baik primer maupun lanjutan (booster) sesuai ketentuan.

6. Memastikan seluruh puskesmas dan fasyankes lainnya yang berada di wilayah kerjanya tetap memberikan pelayanan vaksinasi COVID-19, dan memastikan ketersediaan vaksin.

7. Menindaklanjuti laporan penemuan kasus COVID-19 dari fasyankes dengan tetap melakukan pelacakan kontak erat.

Kendati demikian, Kemenkes RI meminta kepada seluruh Pemda dan Faskes di Indonesia untuk memastikan seluruh puskesmas dan Fasyankes lainnya untuk tetap tetap waspada dan siaga terhadap memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19 dan memastikan ketersediaan vaksinasi.