Mengapa Wanita Lebih Sering Merasa Kedinginan Dibanding Pria?

Ilustrasi wanita yang lebih mudah kedinginan bila dibandingkan pria/Foto : Dok. Freepik Ilustrasi wanita yang lebih mudah kedinginan bila dibandingkan pria/Foto : Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Musim hujan, sudah sewajarnya kita merasa kedinginan. Namun tahukah anda, bahwa ternyata kaum wanita lebih sering merasa kedinginan jika dibandingkan pria?

Meski terlihat sepele, studi terbaru mengungkapkan alasan medis dibalik hal tersebut. Menurut Dr. Robert Brychta dari Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal dan peneliti utama yang terlibat, meski suhu tubuh wanita tidak terlalu berbeda dengan pria, namun ia menemukan perbedaan yang tak disangka-sangka.

“Yang kami temukan adalah wanita cenderung memiliki tingkat metabolisme basal yang lebih rendah daripada pria, dan itu terkait dengan ukuran tubuh mereka yang lebih kecil,” ujarnya dikutip dari The Post.

Ia melanjutkan, “Orang yang bertubuh lebih kecil, baik pria maupun wanita, akan menghasilkan panas yang lebih sedikit.”

Perlu diketahui, tingkat metabolisme basal adalah kalori yang dibakar tubuh kita saat istirahat untuk mempertahankan fungsi kehidupan dasar seperti bernapas, sirkulasi darah, dan pengaturan suhu.

Pria cenderung memiliki tingkat metabolisme basal 23% lebih tinggi karena mereka memiliki massa otot tanpa lemak yang lebih besar, dan membakar lebih banyak kalori saat istirahat daripada jaringan lemak. Massa otot yang lebih banyak menghasilkan lebih banyak panas tubuh.

“Kami juga menemukan bahwa orang yang memiliki kadar lemak tubuh lebih tinggi memiliki isolasi termal yang lebih baik,” katanya.

“Para wanita cenderung memiliki tingkat isolasi yang lebih tinggi karena persentase lemak tubuh mereka yang lebih tinggi secara keseluruhan,” lanjutnya.

Para peneliti menemukan bahwa produksi panas tubuh wanita berbanding lurus dengan ukuran tubuh, dan resistensi terhadap kehilangan panas berhubungan dengan lemak tubuh.

“Jika seorang wanita bertubuh lebih kecil dibandingkan dengan seorang pria bertubuh lebih besar, mereka pasti akan merasa lebih kedinginan,” jelas Brychta.

“Seorang pria bertubuh lebih kecil yang sangat kurus dan memiliki persentase lemak tubuh yang lebih rendah, maka mereka juga akan merasa lebih kedinginan daripada orang yang bertubuh lebih besar,” jelasnya.

Pada akhirnya, Brychta dan timnya menyimpulkan bahwa seberapa hangat atau dingin yang dirasakan seseorang bergantung pada tiga faktor yang meliputi ukuran tubuh, tipe tubuh, dan komposisi tubuh.

Sementara itu, penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa wanita mungkin lebih mudah merasa kedinginan karena mereka secara alami memiliki suhu inti tubuh yang lebih tinggi, sehingga udara dingin terasa lebih dingin bagi tubuh.

Beberapa faktor eksternal juga dapat memengaruhi suhu tubuh kita, dengan tingkat stres, penggunaan rokok, pola makan, dan kontrasepsi hormonal.