Antara Veneer dan Bleaching Gigi, Mana yang Lebih Baik?

Jakarta, GPriority.co.id – Dewasa ini, semakin banyak metode di dunia kedokteran untuk mempercantik penampilan. Begitupun di dunia kedokteran gigi. Salah satu metode yang saat ini terkenal, yaitu veneer gigi. Metode ini diklaim dapat memutihkan gigi dalam waktu singkat.

Lalu, apa itu veneer gigi?
Berdasarkan penjelasan dari DR.drg Lulu Faradis,MKM, Kepala Seksi Penelitian dan Pengembangan RSUD Kota Tangerang, veneer merupakan metode yang digunakan oleh dokter gigi untuk mengatasi sejumlah masalah penampilan gigi termasuk gigi yang terkelupas, patah, jarak gigi yang bercelah (diastema), gigi berubah warna, atau memiliki ukuran yang lebih kecil dari rata-rata. Biasanya, ada yang membuat antara enam hingga delapan elemen gigi.

Veneer sendiri berbentuk cangkang tipis dengan warna seperti gigi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien, serta tentunya sesuai kepatutan yang seharusnya (usia, ukuran, bentuk,jenis, dan lain-lain). Nantinya hal ini di diskusikan terlebih dahulu antara dokter dengan pasien.

Menurut drg. Lulu yang juga biasanya melakukan praktek di Kimia Farma Modernland Kota Tangerang, Veneer yang ditempelkan pada permukaan depan gigi, umumnya terbuat dari 2 bahan berbeda.

Pertama, bahan Porselen yang dibuat di laboratorium (indirect veneer). Kedua, Resin-komposit, yang pengerjaannya langsung di tempat praktek (direct veneer). Untuk porselen sendiri, dapat bertahan sekitar 10-15 tahun. Sedangkan komposit, bertahan sekitar 3-7 tahun. Hal ini juga didukung dengan perawatan yang baik dan benar.

Lantas, apa manfaat dari pemasangan veneer gigi?
“Manfaat utama pemasangan veneer ini ialah memperbaiki penampilan gigi, memberi senyum yang lebih cerah, serta agar gigi terlihat rata dan rapih juga simetris,” ujar drg. Lulu.

Berapa lama waktu pemasangan veneer gigi?
Untuk pemasangan veneer ini membutuhkan waktu antara 30 menit – 1,5 jam per elemen gigi. Pasien mungkin akan merasakan rasa ngilu karena akan terdapat tahap pengasahan gigi. Namun tiap pasien akan merasakan perasaan ngilu dengan level berbeda. Oleh karenanya, dibutuhkan dokter gigi yang berpengalaman, karena veneer juga menggunakan lem khusus.

Apa perbedaan veneer dan bleaching gigi?
Antara veneer dan bleaching merupakan dua hal yang berbeda. Bleaching adalah metode membuat gigi menjadi lebih putih dan hasilnya bersifat sementara, dengan menggunakan zat pemutih (berupa hidrogen peroksida atau karbamid peroksida) untuk mencerahkan dan memutihkan gigi. bleaching biasanya bertahan 3-6 bulan dan perlu perawatan ulang untuk mempertahankan warna yang diinginkan.

Antara veneer dan bleaching gigi, mana yang lebih baik?
“Untuk jangka waktu lama, disarankan bagi beberapa pasien untuk melakukan veneer. Terlebih jika pasien memiliki kualitas gigi yang kurang baik seperti white spot, akibat penggunaan jenis antibiotik pada saat gigi sedang dalam tahap pertumbuhan. Disamping itu, efek bleaching kurang maksimal terhadap beberapa kasus seperti ini. Namun, apabila pasien tidak memiliki masalah dengan gigi dan hanya ngin memutihkan, biasanya disarankan dengan metode non-invasive (bleaching),” jelas drg. Lulu.

Dari segi biaya, lebih mahal veneer atau bleaching?
Menurut drg. Lulu, untuk biaya lebih mahal veneer dibanding bleaching. Per- satu kali visit untuk gigi rahang atas dan rahang bawah, bleaching menghabiskan biaya sekitar Rp2-4 juta. Sedangkan untuk veneer, per-satu elemen gigi biayanya Rp1-10 juta, bervariasi tergantung bahan dan merk yang dipakai.

Foto : Istimewa