Mau Pede Nyengir dengan Veneer? Simak Dulu Efek Sampingnya!

Jakarta, GPriority.co.id – Sejak beberapa tahun lalu, metode veneer gigi begitu terkenal di media sosial. Salah satunya di Instagram. Veneer sendiri merupakan metode yang digunakan oleh dokter gigi untuk mengatasi sejumlah masalah penampilan gigi.

“Veneer gigi berguna untuk memperbaiki gigi yang terkelupas, patah, jarak gigi yang bercelah (diastema), gigi berubah warna, atau memiliki ukuran yang lebih kecil dari rata-rata. Biasanya, ada yang membuat antara enam hingga delapan elemen gigi,” ujar DR.drg Lulu Faradis,MKM, Kepala Seksi Penelitian dan Pengembangan RSUD Kota Tangerang, saat diwawancari oleh tim GPriority.

Veneer pada umumnya berbentuk cangkang tipis dengan warna seperti gigi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien, serta tentunya sesuai kepatutan yang seharusnya (usia, ukuran, bentuk,jenis, dan lain-lain). Nantinya hal ini di diskusikan terlebih dahulu antara dokter dengan pasien.

Menurut drg. Lulu yang juga biasanya melakukan praktek di Kimia Farma Modernland Kota Tangerang, Veneer yang ditempelkan pada permukaan depan gigi, umumnya terbuat dari 2 bahan berbeda.

“Pertama, bahan Porselen yang dibuat di laboratorium (indirect veneer). Kedua, Resin-komposit, yang pengerjaannya langsung di tempat praktek (direct veneer). Untuk porselen sendiri, dapat bertahan sekitar 10-15 tahun. Sedangkan komposit, bertahan sekitar 3-7 tahun. Hal ini juga didukung dengan perawatan yang baik dan benar,” jelasnya.

Pemasangan veneer sendiri membutuhkan waktu antara 30 menit – 1,5 jam per elemen gigi. Pasien mungkin akan merasakan ngilu karena akan terdapat tahap pengasahan gigi. Namun tiap pasien akan merasakan ngilu pada level yang berbeda. Oleh karenanya, dibutuhkan dokter gigi yang berpengalaman, karena veneer juga menggunakan lem khusus.

Setelah pemasangan veneer pun, terdapat beberapa pantangan yang harus dijalani oleh pasien. Diantaranya :

  • Sikat gigi minimal dua kali sehari, dengan sikat gigi yang lembut dan pasta gigi yang mengandung fluoride.
  • Jangan mengonsumsi makanan keras dan lengket, supaya veneer tidak retak atau patah.
  • Hindari makanan dan minuman yang mengandung zat berwarna.
  • Hindari aktivitas merokok.
  • Flossing, membersihkan sisa makanan pada sela-sela gigi dengan benang setiap hari.
  • Hilangkan kebiasaan yang buruk bagi gigi, seperti menggigit kuku.
  • Gunakan obat kumur untuk melawan bakteri dan menyegarkan napas.
  • Periksakan gigi secara rutin ke dokter gigi.

Lalu, apa saja efek samping dari veneer gigi?

  • Warna veneer dan gigi asli menjadi tidak merata.
  • Masalah pada saat pemasangan seperti posisi lapisan yang tidak sesuai dan kurang melekat erat antara lem dengan lapisan email gigi.
  • Veneer dapat membuat email gigi terkikis, sehingga gigi menjadi sensitif.
  • Veneer gigi yang terbuat dari porselen dapat mudah retak.

“Selain itu, metode veneer gigi juga tidak disarankan untuk pasien dengan Oral Hygiene buruk pemasangan veneer dapat berdampak negatif dan berpengaruh terhadap warna sehingga tidak direkomendasikan karena kualitas gigi asli akan memburuk,” ungkap drg.Lulu.

Adapun, batasan usia untuk pemasangan veneer ini adalah minimal 16 tahun karena pada usia ini pertumbuhan gigi sudah terhenti sehingga tidak akan merusak struktur dan fungsi anatomis gigi.

Beberapa kondisi pasien yang tidak disarankan melakukan pemasangan veneer gigi, yaitu :

  • Penderita penyakit gusi (gingivitis, abses periodental, dan lain-lain).
  • Memiliki enamel gigi yang tipis sehingga tidak bisa dipasang veneer.
  • Memiliki gigi rapuh akibat pembusukan (kerusakan syaraf gigi).
  • Patah/fraktur melebihi setengah mahkota gigi, atau adanya tambalan gigi yang cukup besar.
  • Memiliki kebiasaan menggesekkan gigi atas dan bawah (bruxism).
  • Memiliki oral hygiene yang buruk.

Untuk biaya veneer gigi pun cenderung mahal. Biasanya per-satu elemen gigi biayanya Rp1-10 juta. Biaya ini bervariasi tergantung bahan dan merk yang dipakai.

Lalu, bolehkah pemasangan veneer dilakukan selain di dokter gigi, seperti di tukang gigi atau salon?

“Melakukan pemasangan veneer tentunya harus dilakukan oleh dokter gigi, untuk menghindari dampak yang terjadi akibat kesalahan pemakaian dan berakhir dengan kerugian yang berdampak fatal,” tegas drg.Lulu.

Foto : Ilustrasi / iStock