Jakarta, GPriority.co.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset keselamatan transportasi kereta api melalui pengembangan sistem berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) hingga inovasi pelat perlintasan berbahan karet.
Teknologi ini disiapkan untuk mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang yang masih menjadi persoalan serius di Indonesia, terlebih berkaca pada tragedi kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur yang belum lama terjadi.
Pengembangan teknologi tersebut muncul setelah tingginya perhatian publik terhadap berbagai insiden kereta api dalam beberapa waktu terakhir. BRIN menilai peningkatan keselamatan tidak cukup hanya mengandalkan disiplin pengguna jalan, tetapi juga membutuhkan dukungan teknologi dan infrastruktur yang lebih adaptif.
Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan BRIN, Eka Rakhman Priandana, mengatakan sistem persinyalan berbasis AI menjadi salah satu kebutuhan utama untuk mendeteksi potensi gangguan secara otomatis dan real time.
“Ke depan, inovasi teknologi kelistrikan yang paling dibutuhkan adalah sistem persinyalan dan pengamanan perlintasan berbasis AI,” tegas Eka di BRIN pada Rabu (13/5).
Menurut Eka, teknologi tersebut dapat membantu sistem pengamanan tetap berjalan meski terjadi gangguan listrik maupun masalah teknis lainnya. BRIN juga mendorong penggunaan sensor axle counter dan teknologi LIDAR untuk memperkuat sistem deteksi di jalur kereta api.
Selain pengembangan AI, BRIN juga menghadirkan inovasi Rubber Crossing Plate (RCP), yaitu panel perlintasan berbahan karet alam yang dirancang menggantikan material beton atau aspal konvensional di perlintasan kereta.
Perekayasa Ahli Madya Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN, Ade Sholeh Hidayat, menjelaskan bahwa banyak kecelakaan dipicu kondisi permukaan lintasan yang tidak rata dan licin, terutama saat hujan.
“RCP menawarkan pendekatan baru yang lebih adaptif terhadap beban dinamis dan kondisi lingkungan ekstrem,” jelas Ade Sholeh Hidayat.
Material berbasis karet tersebut dinilai lebih elastis sehingga mampu meredam getaran dan meningkatkan daya cengkeram kendaraan saat melintasi rel. Selain itu, RCP juga diklaim tahan terhadap cuaca ekstrem, korosi, hingga tekanan kendaraan berat.
Melalui pengembangan AI hingga pelat karet inovatif, BRIN berharap keselamatan perlintasan kereta api di Indonesia dapat meningkat sekaligus menekan angka kecelakaan yang masih kerap terjadi di berbagai daerah.
