Cegah Covid, UNAIR Kembangkan Dua Metode

Jakarta,Gpriority-Universitas Airlangga (UNAIR) membentuk Tim Satgas Pencegahan Corona usai ditunjuk sebagai salah satu lembaga yang menangani covid-19.

Untuk menjalankan tugas tersebut, UNAIR telah membentuk Tim Riset yang diketuai Prof. Soetjipto dr., M.S., Ph.D. Untuk layanan pasien terjangkit virus dikomandani Prof. Dr. Nasronudin, dr., Sp.PD, K-PTI, FINASIM di Rumah Sakit UNAIR; untuk identifikasi virus dikomandani oleh Prof. Maria Lucia Inge Lusida, dr., M.Kes., Ph.D di Lembaga Penyakit Tropis (LPT); dan untuk mengembangan produk yang bisa memberikan kemanfaat, baik mencegah maupun mengobati Covid-19, dikomandani oleh Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih M.Si.

Setelah 3 minggu bertugas, Pada Rabu (1/4) Tim Satgas memberikan laporan perkembangan di depan awak media.

Dijelaskan Rektor UNAIR Prof. Dr. Moh. Nasih SE., MT., Ak., CMA, RSUA kini telah menangani dan merawat pasien dari berbagai status yaitu ODP, PDP hingga positif. “Dari beberapa pasien positif, 2 pasien di antaranya dinyatakan negatif dan diperkenankan untuk keluar dari rumah sakit,” ucap Prof Nasih.

Selain itu, Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati UNAIR juga telah mengembangkan dua program. Yang pertama pengembangan kit deteksi covid-19 portabel berbasis biosensor RNA. Alat pendeteksi itu saat ini sedang dalam proses perkembangan. Prof Nasih mengharapkan dalam waktu dua bulan kit deketsi covid-19 portabel berbasis biosensor RNA tersebut bisa dioperasikan.

“Kit ini akan memeriksa dengan relatif lebih cepat dan tepat melalui swab,” jelas Prof Nasih.

Kedua, pengembangan vaksin berbasis protein rekombinan untuk covid-19 yang saat ini sedang dalam proses. Jika pembuatan vaksin itu berjalan dengan lancar maka dapat diperoleh dalam jangka waktu 1 tahun. Ketiga, sintesis kandidat obat anti covid 19 dan analisis binding energy dengan metode molecular docking,” ungkapnya.

Sementara itu, dr. Niko Azhari Hidayat selaku dokter RSUA mengungkapkan bahwa saat ini UNAIR bekerjasama dengan ITS untuk membuat robot layanan kesehatan atau robot pro nakes (tenaga kesehatan). Robot ini dilengkapi monitor yang bisa melakukan komunikasi dua arah. Sehingga dapat meringankan kinerja tim tenaga medis dan mengurangi kontak langsung dengan pasien serta mengurangi penggunaan APD.

“Dalam aplikasinya, robot ini akan mengirimkan obat, makanan, minuman dan pakaian kepada pasien. Tentu akan ada kontrol dengan menggunakan monitor atau handphone,” tuturnya.

Rencananya, sambung dr. Niko, produk tersebut diperkirakan akan dilaunching sekitar satu hingga dua minggu kedepan. “Robot tersebut juga akan dilengkapi dengan desinfektan untuk pasien yang akan digunakan di RSKI,” paparnya.

Selain itu, Direktur RSUA Prof. Dr. Nasronuddin, dr., Sp.PD.,KPTI-FINASIM juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung RSUA dalam pengadaan distribusi APD. RSUA kini memiliki target yaitu zero kematian pasien akibat covid, dan zero transmisi kepada tenaga medis dan keluarga, serta zero diskriminasi terhadap jenazah.

“Untuk menekan angka kematian akibat covid-19, RSUA kini tengah mengembangkan fasilitasnya. Yaitu dengan memperbaiki APD, ICU yang semula 4 kini dinaikkan kapasitasnya menjadi 24, ruangan observasi atau HCU yang semula 16 menjadi 134 dan 3 kamar operasi yang sedang kami persiapkan,” jelas Prof.Nasronuddin.

Prof Nasronuddin juga mengatakan, bahwa apa yang yang tengah dilakukan oleh pihak RSUA kini selaras dengan anjuran pemerintah yaitu memperbanyak fasilitas termasuk meningkatkan jumlah respirator dan ruang perawatan.(Hs)

Related posts