Cek Gejalanya, Mungkin Kamu Terkena Eating Disoders

Jakarta, GPriority.co.id– Eating disorders atau gangguan makan sering dikaitkan dengan perilaku memuntahkan makanan atau disebut bulimia. Padahal gangguan makan punya arti yang lebih luas. Begitupula dengan gejala dan perilaku gangguannya.

Eating disorder merupakan gangguan terkait perilaku makan yang terjadi terus menerus hingga menyebabkan masalah kesehatan serius pada fisik maupun psikososial. Gangguan ini bisa berupa membatasi atau menghindari makanan tertentu, makan berlebihan, sengaja memuntahkan makanan, penyalahgunaan obat pencahar atau olahraga kompulsif.

Seringkali eating disorder dialami oleh wanita 12-35 tahun, meski tidak jarang diderita oleh laki-laki juga. Eating disorders yang terus menerus tanpa ada penanganan bisa memengaruhi kemampuan tubuh untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.

Akibatnya, memunculkan resiko kesehatan pada organ-organ tubuh seperti jantung, lambung, dan tulang, bahkan hingga komplikasi serius dan kematian.

Ciri-Ciri Eating Disorder
Secara umum, tanda-tanda gejala eating disorder dapat dibedakan ke dalam dua jenis, yaitu gejala fisik dan gejala emosional. Berikut ini ciri-ciri seseorang terkena eating disorder:

Gejala Fisik
Naik dan turun berat badan secara signifikan. Pada anak-anak dalam masa tumbuh, mereka sulit menambah berat badan.Menstruasi yang tidak teratur. Mengalami gangguan pencernaan.Sering pingsan atau mengalami masalah tidur.

Masalah pada gigi (berlubang atau sensitif), tangan atau kaki dingin dan bengkak, serta kulit dan rambut kering. Mudah terserang penyakit yang disebabkan masalah pada imun.

Gejala Emosional
Terlalu banyak makan hingga sulit fokus.Perubahan pada mood yang tidak menentu.Sering khawatir pada berat badan ideal.Menolak makan atau makan makanan tertentu saja, dan makan dalam porsi sedikit.Khawatir dan tidak nyaman makan di hadapan orang lain.Mulai menarik diri dari lingkungan sosial.

Penyebab Eating Disorder
Penyebab eating disorder belum diketahui secara pasti darimana asalnya. Namun ada beberapa dugaan mengenai faktor gangguan makan ini. Salah satunya disebabkan faktor genetika dan biologi.

Beberapa orang dengan gen tertentu memiliki potensi risiko eating disorder. Biasanya ditemukan pada keluarga dengan riwayat masalah serupa.

Selain genetika, eating disorder juga bisa didasari faktor biologis seperti perubahan kimia pada otak yang mungkin berperan dalam gangguan makan.

Kondisi psikologis dan emosional yang sudah ada, seperti rasa percaya diri yang rendah, karakter perfeksionis, perilaku impulsif, atau berada dalam hubungan yang tidak sehat juga bisa menjadi penyebab eating disorder.

Eating Disorder adalah Gangguan Mental
Eating disorder atau gangguan makan adalah salah satu gangguan mental yang jarang disadari oleh sebagain orang. Dikatakan demikian karena gangguan ini memengaruhi kesehatan seseorang secara kejiwaan dan sosial.

Setidaknya terdapat 3 jenis gangguan makan yang umum dijumpai, di antaranya:

1.Bulimia Nervosa
Bulimia Nervosa adalah jenis gangguan makan di mana penderitanya mengeluarkan kembali makanan yang baru saja dimakan dengan cara-cara tidak normal. Misalnya seperti sengaja memuntahkan makanan dengan menyentuh tenggorokan atau menggunakan pencahar.

2.Anoreksia Nervosa
Pada eating disorder jenis ini, penderita biasanya akan membatasi asupan makanan secara ekstrim dengan cara tidak makan berhari-hari. Kondisi ini disebabkan sugseti dari dalam pikiran penderita yang merasa berat tubuhnya terlalu berlebih.

3.Binge Eating Disorder
Binge Eating Disorder (BED) merupakan perilaku makan berlebih pada satu waktu tertentu dengan sangat cepat lebih dari orang normal. Orang dengan BED biasanya akan terus makan walaupun sedang tidak merasa lapar sehingga penderita BED seringkali menderita obesitas.

Cara Mengatasi Eating Disorder
Pada kondisi tertentu, mengatasi eating disorder bisa dilakukan sendiri. Berikut beberapa tips nya:
1.Mencari tahu dan memahami pemicu eating disorder
2.Berlatih mengendalikan nafsu makan yang normal
pergaulan yang tepat. Cari teman yang bisa menjadi tempat bercerita dan memberi dukungan. Hindari pergaulan yang tidak sehat dan teman-teman yang menjalani diet ekstrim.
4Mengatur pola makan dan memilih makanana yang sehat.
5.Mengurangi berat badan dengan olahraga secara teratur.
6.Beristirahat dengan cukup
8.Hindari stress.

Jika cara-cara di atas tidak berhasil mengatasi masalah eating disorder, sebaiknya segera konsultasi ke psikolog dan dokter. (Vn)