Dinkes Kutim Masih Menunggu Pelaksaan Teknis Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur dalam hal ini Dinas Kesehatan Kutim menyambut gembira kebijakan Pemerintah Pusat tentang diizinkannya anak usia 6-11 tahun mendapatkan izin penggunaan darurat vaksinasi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Bahrani saat dihubungi menilai kebijakan baru tersebut sangat baik sebab berdasarkan rilis dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), kasus Covid-19 di Indonesia banyak yang menyerang anak-anak, bahkan kasus kematiannya pun tertinggi dari pada negara lain.

Kendati demikian, untuk implementasinya Kadis mengatakan saat ini masih menunggu petunjuk teknis dari pusat terkait pelaksanan vaksinasi anak usia 6-11

“Kami menyambut gembira, tapi kami sementara masih menunggu petunjuk teknis, kita gak tau apakah nanti rekomendasi IDAI itu tentang dosis, jenis mungkin sinovac, tapi yang jelas petunjuk teknis apa-apa yang harus kami perdalam lagi tentang (vaksinasi) usia anak 6-11 tahun tersebut,” katanya, Jum’at (05/11/21).

Adapun stok vaksin sinovac saat ini diprioritaskan untuk mereka yang mendapatkan dosis kedua, sebab Kadis mengaku antara dosis satu dan dosis dua persentase ketercapaian masih jauh. Untuk dosis pertama di Kutim sudah mencapai 49,5 persen, sedangkan dosis kedua baru 28 persen.

“Jadi sinovac kami arahkan prioritaskan untuk dosis dua, sambil menunggu petunjuk teknis vaksinasi usia 6-11 tahun,” ujarnya.

Dengan diikut sertakannya anak-anak divaksin Ia berharap dapat membantu dan memperluas sasaran vaksin, sehingga herd immunity segera tercapai.

“Kata para ahli, kita tidak bisa mengeradikasi artinya tidak bisa menghilangkan secara permanen virus Covid-19, kita hanya bisa mengendalikan. Sehingga dengan adanya vaksinasi yang sudah menjalar kepada usia lebih muda ini tentu akan memperluas sasarna sehingga jumlah orang yang tervaksin makin banyak, dan kekebalan itu terbentuk,” tandasnya (Dw.foto.dok.Istimewa)

Related posts