Jakarta, GPriority.co.id – Setelah sebelumnya hubungan AS-Israel renggang hingga putus komunikasi, kini Presiden Donald Trump berniat ingin mengambil alih wilayah Gaza, Palestina.
Seperti dilansir dari laporan media Israel, Donald Trump merasa dimanipulasi oleh Netanyahu. Ia juga merasa geram setelah orang-orang terdekatnya memberi tahu jika dirinya dimanfaatkan oleh pihak Israel.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel semakin berlanjut dengan sikap arogan Menteri Strategis Israel, Ron Dermer. Melalui percakapan terakhir dengan sejumlah tokoh Partai Republik, Dermer memperkuat kesan negatif terhadap Israel.
Terlebih lagi, kini AS dikabarkan tengah menyiapkan draf kesepakatan gencatan senjata untuk mengakhiri perang di Gaza, kendati isinya tidak sepenuhnya sejalan dengan tuntutan yang diberikan Israel.
Terbaru seperti dilansir dari Al Jazeera, Trump mengeluarkan pernyataan kontroversial dengan mengusulkan agar AS “mengambil alih” Jalur Gaza dan menjadikannya sebagai “zona kebebasan”.
Saat kunjungan ke Qatar yang merupakan bagian dari rangkaian kunjungannya ke Timur Tengah, Trump menyatakan jika dirinya akan bangga jika AS memiliki Gaza dan terlibat langsung dalam pengelolaannya. Namun dirinya tak menjelaskan lebih lanjut terkait makna dari istilah “zona kebebasan” yang dimaksudnya.
“Amerika Serikat akan mengambil alih dan mengembangkan Gaza. Ini akan menjadi kebangaan Timur Tengah,” ujarnya.
Usai melontarkan pernyataan tersebut, publik kembali teringat dengan perkataan Trump pada bulan Februari lalu. Kala itu ia menyerukan ide serupa agar AS menguasai Gaza usai konflik antara Israel dan Hamas berakhir.
Tak sampai disitu, Trump juga mengusulkan pemindahan 2,3 juta warga Gaza ke Mesir atau Yordania, yang seketika memicu kemarahan dan penolakan luas dari warga Palestina.
Pihak Hamas menyebut gagasan tersebut sebagai suatu hal yang “konyol”. Senada, Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga mengecam Trump dan pernyataannya dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Namun hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari warga Gaza dan Otoritas Palestina atas pernyataan terbaru dari Trump.
Foto : Dok. AFP News
