Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, resmi menetapkan 50 kota prioritas guna mendorong pembangunan yang seimbang di tanah air, sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Rabu (15/10).
Adapun pembangunan 50 kota prioritas itu akan dikembangkan pada periode 2025-2029, dengan bertujuan untuk menyeimbangkan pertumbuhan antar kawasan di Indonesia.
Nantinya, pembangunan 50 kota prioritas akan terbagi menjadi 10 metropolitan area, 4 metropolitan area yang diusulkan, 36 kota non-metropolitan, serta 4 kota kecil spesial.
“Kami merancang 50 kota dan kawasan baru dengan visi untuk menyeimbangkan antara (pulau) Jawa dan luar Jawa,” ungkap Dody.
Untuk pembangunan metropolitan area antara lain Kota Medan, Palembang, Banjarmasin, Makassar, Manado, Jakarta, Semarang, Bandung, Surabaya, serta Denpasar. Sementara untuk metropolitan area yang diusulkan diantaranya Pekanbaru, Malang, Surakarya, serta Yogyakarta.
Sementara untuk kota industri meliputi Mempawah (Kijing), Batang, Cilegon, Gresik, Luwu Timur, Konawe, Morowali, Bitung, serta Halmahera Tengah (Weda). Begitupun dengan kota pariwisata yang meliputi Toba (Balige), Bukittinggi, Bintan, Tanjung Pinang, Belitung, Buleleng (Singaraja), Mataram, Manggarai Barat (Labuan Bajo), Gorontalo, serta Ambon.
Selanjutnya pembangunan kota perdagangan diantaranya Bengkulu, Bandar Lampung, Surakarta, Balikpapan, Samarinda, Manado, Sorong, Jayapura, serta kota pendidikan seperti Depok, Sumedang (Jatinangor), Banyumas (Purwokerto), Salatiga, dan Malang.
Terakhir, kota kecil spesial antara lain Tana Toraja, Pulau Morotai, Maluku Tengah (Banda Neira), serta Pegunungan Arfak.
“Penetapan 50 kota prioritas sesuai instruksi Presiden Prabowo yang menekankan pembangunan irigasi untuk ketahanan pangan, rehabilitasi sekolah, jalan daerah untuk konektivitas, serta zona terpadu pangan, energi, dan air,” jelas Dody.
