Mekanisme Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS Terkait Pemilu Serentak 2019

Jakarta,Gpriority-Mekanisme pemungutan dan penghitungan suara di TPS saat pemilu serentak tahun 2019 menjadi pembahasan materi Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD Kalimantan Utara (Kaltara) pada hari Jum’at (22/3).

Materi sendiri dibawakan oleh Perwakilan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mohamad Fadlilah.

Dalam paparannya, Mohamad Fadlilah mengatakan,  mekanisme pertama yang terjadi sebelum hari pemungutan suara. Yang pertama adalah penentuan lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Menurut Fadlilah, lokasi yang harus ditentukan oleh KPPS harus sesuai dengan ketentuan KPU seperti kemudahan jangkauan bagi pemilih,  ukuran TPS sebesar 10 x 8 meter, aman, tidak rawan bencana, dan memberikan kemudahan bagi pemilih disabilitas serta lanjut usia.

Kedua, mengumumkan waktu dan lokasi pemungutan suara selambatnya lima hari sebelum tanggal pemungutan suara. Ketiga, KPPS wajib menyampaikan surat pemberitahuan (C6-KPU) kepada pemilih DPT paling lambat tiga hari sebelum tanggal pemungutan suara  yang jatuh pada Rabu (17/4).Keempat, KPPS wajib mengembalikan form C6-KPU yang tidak dapat terdistribusi kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan menuangkannya ke dalam BA Model D1-KPU. Kelima, melakukan gladi bersih di TPS, dan terakhir menerima kotak suara dan perlengkapan TPS paling lambat H-1 sebelum Pemilu Serentak (17/4).

Selain itu Fadlilah juga membahas mengenai pemilih yang berhak memberikan suara di TPS, kegiatan sebelum rapat pemungutan suara, tata cara rapat pemungutan suara, tata cara pemberian suara pada surat suara,  saksi-saksi TPS, pemungutan suara ulang, jenjang proses penghitungan, rekapitulasi dan penetapan hasil pemilu 2019, serta langkah konversi suara menjadi kursi pemilu anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota tahun 2019.

Fadlilah berharap materi ini bisa bermanfaat bagi para peserta yang berasal dari anggota DPRD Kaltara.(Hs.Foto:Sofia)

Related posts