Mengenal Kampung Aquarium Jakarta

Siapa yang tidak mengenal Kampung Aquarium.Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa mengenal Kampung yang terletak di Penjaringan, Jakarta Utara.

Nama Kampung Aquarium mencuat di tahun 2016. Penyebabnya adalah penggusuran yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama karena dianggap ilegal.

Saat itu Ahok yang berencana akan membangun tanggul proyek pembangunan pesisir Ibu Kota Negara atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) fase A di lokasi Kampung Akuarium langsung melakukan penggusuran. Akibatnya sebanyak 345 keluarga yang mendiami lahan seluas sekitar satu hektare dipaksa pindah, sebagian yang menggenggam sertifikat tanah direlokasi ke rumah susun.

Meski sudah pindah tidak membuat masyarakat Kampung Aquarium tinggal diam, mereka pun mengadukan hal ini kepada salah satu Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melakukan kampanye. Anies pun dalam kampanyenya berjanji akan membangun kembali kampung Aquarium setelah dirinya terpilih menjadi Gubernur.

Janji Anies pun ditepati, September 2020, Anies kembali membangun Kampung Aquarium dalam bentuk rumah susun.” Meski bentuknya seperti rumah susun, Kampung Aquarium yang sekarang berganti nama menjadi Kampung Susun Aquarium berbeda dengan rumah susun. Yang membuatnya beda adalah dari bentuk bangunan hingga warnanya,” jelas Ketua RT.012 Kampung Aquarium Topas yang ditemui pada Kamis (19/8/2021).

Tidak hanya sekedar membangun, Anies juga berencana menjadikan kampung susun Aquarium menjadi salah satu destinasi pariwisata di Jakarta dikarenakan sejarah yang terdapat di Kampung tersebut.” Untuk itulah Pemprov DKI beserta warga akan melakukan rembuk mengenai destinasi wisata menarik apa yang nantinya mampu menghasilkan uang untuk roda perekonomian masyarakat yang hampir sebagaian besar nelayan.Namun warga mempunyai usul bahwa destinasi kapal pesiar menuju Pulau Seribu bisa menjadi salah satu destinasi wisata menarik. Dan akan kami usulkan pada saat rembuk nanti,” ucap Topaz.

Terkait dengan sejarahnya sendiri, Menurut LIPI, dimulai pada Tahun 1904. Salah seorang petinggi Belanda yang menemukan lokasi ini langsung membangun laboratorium penelitian flora dan fauna. Terkait dengan pemilihan lokasi di Utara Jakarta ini, Belanda memiliki alasan bahwa letaknya dekat dengan laut dan pasar ikan.

Pembangunan laboratorium di kawasan pasar ikan itu pun dimulai tahun 1904 dan selesai pada Desember 1905. Laboratorium yang dibangun itu merupakan gedung semi-permanen disebut Visscherij Laboratorium te Batvia atau Laboratorium Perikanan di Batavia.Dalam perkembangannya laboratorium itu lebih dikenal Visscherij Station te Batavia atau Stasiun Perikanan Batavia.

Perkembangan selanjutnya di tahun 1922, dimulainya pembangunan laboratorium baru yang lebih permanen. Di samping gedung laboratorium dibangun pula gedung akuarium air laut yang besar.

Akuarium itu dibuka untuk masyarakat umum pada tanggal 12 Desember 1923, sebagai akuarium pertama di Indonesia dan di kawasan Asia Tenggara.

Hingga tahun 1960-an, lokasi ini dikenal sebagai Akuarium Pasar Ikan menjadi tujuan wisata yang yang terkenal di Jakarta. Para pengunjung selalu membludak pada hari libur dan lebaran. Namun di tahun 1970-an, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup tempat wisata ini dikarenakan akan dibangun perluasan pembangunan Museum Bahari. Namun pembangunan tersebut urung terlaksana sehingga banyak masyarakat yang menempatinya. Karena banyak masyarakat yang menempatinya maka tempat ini dinamakan Kampung Aquarium.(Hs.Foto.Hs)

 

 

Related posts