MK Kabulkan Sebagian Gugatan Elysa Auri-Ferry Michael di Pilkada Teluk Wondama

Jakarta,Gpriority-Dalam sidang putusan Sengketa Pilkada 2020 yang digelar secara virtual melalui akun You Tube mkri,Kamis (18/3/2021), Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman yang memimpin jalannya sidang memutuskan bahwa gugatan yang diajukan pihak pemohon Elysa Auri,SE.,MM dan Ferry Michael Deminikus Auparay,S.Sos dikabulkan.

Menurut Anwar usman yang membuat MK mengabulkan permintaan Elsya-Ferry adalah bukti-bukti yang diajukan oleh pemohon ternyata benar dan beralasan menurut hukum.

“ Setelah mencermati bukti-bukti yang diajukan pemohon, termohon,pihak terkait,bawaslu dan KPU,maka 9 hakim yang terdiri dari saya ,Aswanto,Arief Hidayat,Saldi Isra,Manahan M.P.Sitompul,Wahiduddin Adams,Enny Nurbainingsih,Suhartoyo, dan Daniel Yusmic P.Foekh menyatakan bahwa telah terjadi pelanggaran dalam pelaksanaan pemungutan suara di TPS 05 Kampung Wasior II,TPS 04 Kampung Wanimak,TPS 09 Kampung Wanimak,dan TPS 14 Kampung Wanimak,Distrik Wasior. Untuk itulah kami memutuskan bahwa gugatan pemohon sebagain dikabulkan untuk itulah termohon dalam hal ini KPU Teluk Wondama harus mematuhinya,” ujar Anwar Usman.

Adapun gugatan yang dikabulkan oleh MK adalah.

1. Membatalkan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Teluk Wondama Nomor 285/PL.02.6.Kpt/9207/KPU-Kab/XII/2020 tentang penetapan rekapitulasi hasil suara dan hasil pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Teluk Wondama Tahun 2020.

2.Memerintahkan termohon dalam hal ini KPU untuk melaksanakan pemungutan suara ulang di TPS 05 Kampung Wasior II, TPS 04 Kampung Wanimak,TPS 09 Kampung Wanimak,dan TPS 14 Kampung Wanimak,Distrik Wasior yang diikuti oleh seluruh calon pasangan dalam Pilkada 2020 Teluk Wondama.

3.Memerintahkan kepada KPU dan Bawaslu untuk memastikan pemilih yang pernah menggunakan hak pilihnya selain di 4 TPS tersebut untuk tidak menggunakan hak suaranya lagi pada saat pemungutan suara ulang.

4.Pemungutan ulang harus dilakukan dalam tenggang waktu 30 hari sejak putusan ini diucapkan dengan disertai pengawasan yang ketat oleh Bawaslu.

5.Memerintahkan kepada Kepolisian Republik Indonesia khususnya kepolisian resor Teluk Wondama untuk melakukan pengamanan dalam keseluruhan proses pemungutan ulang.

6.Memerintahkan termohon untuk menggabungkan hasil pemungutan ulang sebagaimana dimaksud pada amar angka 4 dengan hasil yang telah ditetapkan oleh termohon sebagaimana tertuang di keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Teluk Wondama Nomor 285/PL.02.6.Kpt/9207/KPU-Kab/XII/2020.

MK berharap permohonan ini bisa dilaksanakan secepatnya oleh KPU.(Hs.Foto.Hs)

Related posts