Penyebab Saraf Kejepit dan Cara Mengatasinya

Sistem saraf memiliki peran penting dalam tubuh, seperti komunikasi antara tubuh dan otak berjalan lancar. Hanya saja, saraf bisa mengalami gangguan, termasuk saraf kejepit.

Saraf kejepit atau pinched nerve adalah kondisi saraf yang tertekan oleh bagian sekitarnya. Bisa dipicu ketika ada tekanan pada saraf yang disebabkan oleh gerakan yang dilakukan berulang-ulang untuk jangka waktu lama, seperti posisi siku ditekuk saat tidur. Tekanan saraf dapat terjadi ketika saraf tertekan antara jaringan dengan ligamen, tendon, atau tulang.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan jaringan menekan saraf yaitu terluka, postur tubuh yang tidak baik dapat menambah tekanan pada tulang belakang dan saraf, rematik atau arthritis pergelangan tangan, stres dari pekerjaan, aktivitas olahraga yang rentan cedera, dan berat badan yang berlebihan.

Adapun gejala dari saraf kejepit yaitu mati rasa, kebas, atau penurunan sensasi untuk ‘merasa’ di daerah yang banyak sarafnya, misalnya nyeri di leher atau punggung bagian bawah.

Selain itu adanya sensasi sakit atau nyeri seperti terbakar yang menjalar ke luar, kesemutan, lemahnya otot pada bagian yang diduga mengalami saraf kejepit, sering merasa kaki dan tangan tidak merasakan apa-apa, dan rasa seperti ditusuk-tusuk jarum.

Terkadang gejala memburuk saat Anda berusaha untuk melakukan beberapa gerakan tertentu, seperti memutar kepala Anda atau menegangkan leher Anda.

Untuk pengobatannya, saraf kejepit biasanya berbeda-beda tergantung pada seberapa berat rasa sakit, begitu juga dengan lamanya pengobatan yang dilakukan. Seseorang mungkin akan diminta untuk mengistirahatkan bagian yang cedera, dan menghindari aktivitas yang akan membuat gejala memburuk.

Sangat disarankan untuk mengunjungi dokter saat gejala menetap dan sakit menjadi parah. Anda akan memerlukan satu atau lebih pengobatan untuk mengecilkan jaringan yang membengkak di sekitar saraf. (Dw.foto.dok.ist)

Related posts