Sekjen Kemendagri Serukan ASN untuk Manfaatkan Teknologi demi Tingkatkan Pelayanan Publik

Jakarta, GPriority.co.id – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Suhajar menyerukan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menggunakan teknologi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, mengingat demografi penduduk Indonesia yang kini didominasi oleh generasi Z dan milenial

Suhajar menyatakan bahwa generasi Z dan milenial menginginkan layanan yang lebih mudah melalui teknologi, sementara mayoritas pemimpin ASN saat ini berasal dari generasi X.

“Tidak ada pilihan bagi [pemimpin] generasi baby boomers dan generasi X kecuali memanage negara ini sesuai dengan perkembangan zaman hari ini, di mana rakyat yang kita pimpin adalah generasi milenial dan generasi Z yang menuntut pelayanan lebih mudah, lebih murah, lebih sederhana, tidak berbelit-belit,” ungkap Suhajar pada acara Taspen Day di Ballroom Puri Agung Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (16/1).

Suhajar menekankan bahwa hasil penelitian menunjukkan negara yang berkembang lebih cepat adalah yang berhasil mengubah pemerintahannya menjadi organisasi pelayanan publik yang efektif.

“Organisasi pelayanan publik yang efektif hanya bisa efektif pelayanannya jika di-connecting-kan dengan teknologi informasi, IT,” ungkapnya.

Dia menyebut bahwa Presiden Joko Widodo telah menetapkan nilai inti ASN BerAKHLAK, yang merupakan singkatan dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Nilai-nilai ini menjadi dasar bagi ASN dalam melaksanakan tugasnya, dan diyakininya bahwa semua ASN memahami dan menerapkan core values tersebut.

Suhajar menekankan pentingnya adaptasi dalam era revolusi industri 4.0 yang ditandai oleh pemanfaatan internet. Semua pihak, termasuk ASN, perlu beradaptasi karena yang tidak mampu melakukannya akan tertinggal. Mengingat proporsi besar generasi milenial dan Z di kalangan ASN, Suhajar meminta agar mereka diberikan kesempatan untuk berkontribusi.

“Maka apabila manajemen talenta nanti diterapkan, generasi X yang terlambat menyesuaikan diri akan terpotong pada jabatan-jabatan strategis,” ucapnya.

Dia menekankan kepada seluruh ASN untuk mencintai tugas mereka dan menunjukkan kinerja yang baik, meskipun profesi ini tidak termasuk yang memiliki gaji besar. ASN diminta untuk berdedikasi penuh, mengingat mereka telah memilih pekerjaan ini sebagai pilihan hidup.

“Saya ingin menyampaikan bahwa berapa pun gaji yang kita terima, mari kita tetap mengabdi karena itulah pilihan kita,” tegasnya.

Foto: Puspen Kemendagri