Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), saat ini sedang mengusung konsep blue economy. Ada 5 pilar yang termasuk di dalamnya.
Salah satunya yaitu meningkatkan dan memperluas konservasi.
“Pertama bagaimana kita diminta untuk meningkatkan dan memperluas konservasinya. Kedua, konservasinya sudah bagus, indeks kesehatan lautnya meningkat maka biodiversitasnya juga bagus, selanjutnya bagaimana dengan ikannya, boleh ditangkap atau tidak? boleh, tetapi mesti terukur. Maka ada kebijakan kedua, penangkapan ikan terukur,” ujar TB Haeru Rahayu, Dirjen Perikanan Tangkap, Rabu (18/12).
TB menambahkan, ikan-ikan tersebut tidak boleh ditangkap dalam jumlah besar agar sustain.
Menurutnya populasi manusia akan semakin meningkat. Ia memprediksi, 10 tahun mendatang populasi manusia mencapai 9,2 miliar.
“Untuk itu pilar ketiga adalah pengembangan perikanan budidaya yang ada di tempat saya. Ada budidaya di laut, ada yang di pesisir, kemudian ada yang budidayanya di daratan,” ungkap TB lebih lanjut.

Saat ini TB mengatakan jika produksi budidaya Indonesia jika dibandingkan dengan Vietnam, memang masih tertinggal jauh.
Budidaya Vietnam bahkan mencapai 25 juta ton dan tangkapnya hanya 3 juta ton. Sehingga totalnya 28 juta ton.
Sedangkan Indonesia, untuk budidaya di luar rumput laut, capaiannya sekitar 5 sekian juta ton.
Saat ini capaian Indonesia khusus budidaya ikan, berada di angka 6,37 juta ton. Dengan capaian tersebut, Indonesia masih harus berlari kencang untuk meningkatkannya.
“Kemudian untuk rumput laut juga cukup meningkat mencapai 10,82% dari 9,7 menjadi 10,8 juta ton. Kalau digabung total, kurang lebih kita bisa dapatkan 16 juta ton produksi perikanan budidaya,” jelas TB.
Melalui capaian ini, KKP diminta untuk meningkatkan kesejahteraan serta pendapatan.
Jika Bappenas memiliki nilai ukur NTN, KKP khususnya Ditjen Perikanan Tangkap, menggunakan indeks NTPI (Nilai Tukar Pembudidaya Ikan).
“Kita ingin seperti perkebunan mencapai 153,6 nilai tukar perkebuannya. Kita dari tahun ke tahun terus mencoba melakukan peningkatkan. Untuk lobster, ada peningkatan walaupun masih sedikit. Selanjutnya juga kepiting,” TB melanjutkan.
Kembangkan 5 Komoditas
Lebih lanjut, ada 5 komoditas yang saat ini dikembangkan oleh Ditjen Perikanan Tangkap.
Mulai dari udang, rumput laut, ikan nila, kepiting, hingga lobster.
Terkait PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak), saat ini ada 15 UPT mulai dari ujung Aceh hingga ke Ambon.

Dari 15 UPT tersebut, ada 3 BLU (Balai Layanan Umum) dan Satker PNBP.
TB melaporkan, untuk BLU terjadi peningkatan signifikan 158,6 persen. Kemudian untuk Satker PNBP mencapai 140,4 persen.
Foto : Tangkapan Layar / YouTube (KKP)
