Upaya Pemkab Lampung Selatan, Tulangagung, dan Pekalongan Cegah Penyebaran Pandemi Covid-19

Jakarta,Gpriority-Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan langsung menyikapi kedatangan masyarakat yang meningkat dari Pulau Jawa.

Tim Gugus Tugas Covid-19 di Lampung Selatan mendirikan posko Covid-19 di Pelabuhan Bakauheni untuk memantau kesehatan pemudik, kemudian memperketat keluar masuk penumpang dan angkutan umum guna memutus rantai penyebaran virus corona.

Gubernur Lampung, Arinal Djunaedi juga meninjau pelabuhan Bakauheni penyebrangan B, untuk melihat secara langsung petugas dilapangan.

Kepala Dishub Lampung Selatan, Mulyadi Saleh mengatakan, Pemkab Lampung Selatan berupaya serius memutus penyebaran Covid-19 lewat pemudik, dan mengingat Kabupaten Lampung Selatan merupakan pintu gerbang para pendatang dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera.

Tidak hanya itu untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 Dishub Kabupaten Lampung Selatan juga melakukan kegiatan terpadu di perbatasan Kecamatan Tanjung Bintang untuk mendeteksi warga yang keluar masuk kabupaten setempat melalui jalur darat.

Disisi lain Polres Tulungagung juga berupaya mencegah penyebaran virus corona dengan program yang Inovatif yaitu Pos Digital Astuti.

Pos polisi mirip robot tersebut di tempatkan di salah satu pusat perbelanjaan dan digunakan sebagai layanan masyarakat untuk berkonsultasi terkait layanan kepolisian seperti menanyakan SIM, SKCK, STNK dan lain sebagainya.

Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Aristianto Budi Sutrisno, menjelaskan inovasi layanan ini sangat sejalan dengan anjuran pemerintah physical distancing. Masyarakat bisa berkonsultasi dengan petugas secara langsung saat berbelanja  tanpa harus ke kantor polisi.

“Di pos digital itu bisa melaksanakan dialog interaktif selama satu kali 24 jam langsung, live dengan contac center Polres Tulungagung,” Ujar Aris.

Mekanisme pelayanannya yaitu masyarakat cukup datang ke pos digital tersebut dan cukup menekan satu tombol yang ada, kemudian masyarakat bisa berbicara langsung dengan petugas.

Tidak hanya menjadi media konsultasi mengenai pelayanan kepolisian saja, tetapi pos digital juga berfungsi sebagai tombol darurat untuk memanggil dan membutuhkan kehadiran polisi.

“Apabila ada security yang tidak bisa menangani hal tidak terduga seperti pingsan tiba-tiba, atau ke khawatiran dari masyarakat cukup menekan tombol itu saja dan ceritakan ada kejadian seperti apa, petugas kami akan datang selama 5 menit,” tambah Aris.

Disamping itu Kota Pekalongan juga berupaya mecegah penyebaran virus corona dengan memberlakukan jam malam muali 1 April 2020.
Walikota Pekalongan, Achmad Alf Arslan Djunaid mengatakan Kota Pekalongan memberlakukan jam malam mulai jam 9 sampai jam 4 pagi .

“Masyarakat juga sudah menyadari, tetapi kita juga tetap ada petugas gabungan dari Satpol Pp, kepolisian, dan TNI untuk keliling, mencegah masyarakat untuk berkerumun,” Ujar Achmad.

Ia juga menjelaskan hal tersebut dilakukan untuk mencegah masyarakat berkerumun dan melakukan aktivitas secara berkelompok, karena hal tersebut merupakan salah satu kegiatan yang bisa menularkan virus corona.

Walaupun jam malam tersebut berjalan dengan lancar, namun tetap ada evaluasi. Seperti pedagang yang menggelar dagangannya di atas jam 9 masih bisa menjual dagangannya asalkan jika ada yang membeli tidak menerima makan ditempat dan harus di bungkus atau dibawa pulang.

Related posts