Wakil Bupati Pohuwato Amin Haras: Pohuwato Telah Mengambil Kebijakan Tepat Terkait Covid-19

Pohuwato,gpriority-Semua daerah termasuk Pohuwato merasakan dampak yang ditimbulkan covid-19.

Seperti apa dampak covid-19 di Pohuwato. Redaksi telah melakukan wawancara dengan Wakil Bupati Pohuwato Amin Haras melalui sambungan telepon pada Kamis (22/4)

R:Bisa dijelaskan dampak covid-19 di Pohuwato?

AH: Covid-19 berdampak kepada Pohuwato. Untuk itulah pemerintah daerah mengambil langkah kebijakan termasuk bagi masyarakat yang terdampak. Untuk itulah pemerintah melakukan pendataan karena selain penerima BLT ada juga masyarakat kita yang terdampak akibat kebijakan pemerintah daerah seperti menutup pasar mingguan di wilayah-wilayah pelosok. Kita juga merumahkan mahasiswa dan juga siswa. Jadi tidak ada aktivitas lagi keluar rumah

Akibatnya sudah jelas banyak masyarakat yang terdampak karena tidak bisa menjalankan aktivitas usahanya. Untuk itulah mereka kami data. Berdasarkan data yang sudah di data di luar yang mendapat program dari pusat dan juga daerah dalam setiap bulannya. Kita mendapatkan data 17.456 KPM. Dan mereka inilah yang diberikan bantuan.


R:Untuk bantuannya kapan diberikan?

AH:Bantuan tersebut sudah disalurkan oleh pemda pada tanggal 17 April 2014.

Dan bantuan berupa sembako akan diberikan selama tiga bulan mulai bulan April,Mei dan Juni.

R:Mekanisme pembagiannya seperti apa pak?

AH: Agar tepat sasaran,penyalurannya dilakukan secara door to door. Kami memerintahkan agar kepala dinas bersama dengan stafnya dan aparat desa bertanggung jawab kepada masing-masing desa mengantarkan bantuan langsung kepada rumah-rumah yang telah di data. Dan itu dilakukan selama tiga hari.

R:Itu dilakukan sesuai dengan sosial distancing yang diterapkan pemerintah?

AH:Iya.Kemudian muncul kebijakan dari Presiden Jokowi melalui Kementerian Sosial yang akan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp.600.000,-, maka untuk menjaga jangan sampai terjadi dobel bantuan, karena masih banyak warga yang membutuhkan bantuan maka pemda melakukan pendataan ulang. Dan melakukan validasi data. Sehingga yang sudah menerima tidak lagi menerima bantuan lainnya.

Dengan demikian masyarakat yang terdampak tidak terlewati.

R: Berapa banyak jumlah bantuan yang diterima dari pemerintah pusat?

AH: Bantuan yang diberikan Mensos kepada Pohuwato sebesar 11.800 lebih. 11.800 lebih kita validasi data dengan turun langsung ke lapangan maka didapatkan data bahwa ada penerima bantuan yang berasal dari 17.456. Untuk itulah mereka yang masuk ke dalam data pusat kita keluarkan dari bantuan dari daerah sehingga kuota mereka bisa dipergunakan bagi masyarakat terdampak yang belum menerima bantuan sama sekali.

Apa yang pemerintah lakukan merupakan upaya agar masyarakat Pohuwato yang terdampak bisa tercover semua dalam fasilitas bantuan yang diberikan Pemda dan pemerintah pusat.

R:Terkait antisipasi mudik?

AH:Kita sudah menyiapkan posko-posko di perbatasan.Meskipun tidak ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) namun kita sudah melakukan pengetatan terhadap kendaraan yang masuk dan keluar dari wilayah kami.

Ketika ada masyarakat yang benar-benar mudik kami periksa. Dan kalau ditemukan gejala, Dinas kesehatan telah menyiapkan tempat untuk dikarantina.

R: Pemerintah pusat sudah melarang untuk mudik, untuk Pohuwato?

AH: ya jelas Pemkab Pohuwato juga melarang masyarakat untuk mudik. Tetapi yang jadi masalah sulit untuk diawasi. Meskipun demikian harus kita lakukan antisipasi jangan sampai ada yang mudik.Mudah-mudahan ini betul aturannya diperketat dari pemerintah pusat karena yang banyak masuk ke daerah kita yang dari luar daerah.(advetorial)

Related posts