Beli Oximeter Dirumah, ini Penting untuk Isoman

Badan Organisasi Kesehatan Dunia WHO beberapa waktu yang lalu menghimbau agar pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah wajib memiliki oximeter.

Oximeter merupakan alat pengukur kadar oksigen yang terdapat di dalam darah. Alat ini penting untuk dimiliki, karena kondisi kurangnya oksigen dalam tubuh yang diakibatkan Covid-19 umumnya tidak menimbulkan gejala. Oximeterpun sudah dijual bebas, kita bisa membeli di secara online dengan berbagai merk dan harga yang bervariasi.

“Padahal, kondisi tersebut sangat berbahaya dan mengancam nyawa bila tidak segera ditangani. Oleh karena itu, penting untuk selalu memantau kadar oksigen dalam tubuh, terutama bagi seseorang yang dinyatakan positif COVID-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri,” ucap Ketua Umum Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI),Dr.dr.Agus Dwi Susanto,Sp.P(K),FISR,FAPSR yang dihubungi via WhatsApp pada Senin (22/2/2021).

Selain sebagai pengukur kadar oksigen akibat Covid-19, alat ini juga berperan penting untuk mendeteksi kadar oksigen dalam darah yang bisa menurun akibat berbagai kondisi atau penyakit lainnya, seperti; gagal napas,asma,pneumonia,Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK),gagal jantung,anemia dan asfiksia.

Nah mengenai cara penggunaannya, Agus mengatakan sebelum menggunakan oximeter, Anda diwajibkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu, pastikan kuku dalam kondisi bersih,tidak panjang dan tidak memakai cat kuku berwarna gelap. Hangatkan jari tangan jika terasa dingin, nyalakan oximeter yang berbentuk seperti klip, lalu dijepitkan di jari tangan (boleh jempol atau jari tengah). Setelah terjepit, sensor yang terdapat pada oximeter akan mengevaluasi jumlah hemoglobin (zat di dalam sel darah merah yang bertugas untuk mengangkut oksigen) yang hasilnya bisa dilihat pada layar monitor kecil yang terdapat pada oximeter.

“Untuk cara membacanya tinggal memperhatikan layar monitor. Di layar monitor,Anda akan menemukan dua angka dengan arti yang berbeda. Angka yang ditandai dengan %SpO2 menunjukkan saturasi oksigen dalam darah, sedangkan angka yang tertera sebagai huruf HR (heart rate) menunjukkan jumlah denyut nadi atau detak jantung Anda,” ucap Agus.

Jika di dalam oximeter nilai saturasi oksigen (%SpO2) berada di angka 95% atau lebih.maka saturasi oksigen Anda dikatakan normal, namun jika nilai saturasi oksigennya turun hingga kurang dari 92%. Kondisi ini perlu segera mendapatkan penanganan dari dokter.

“Kenapa harus ke dokter, agar kerusakan organ dan jaringan tubuh yang mengakibatkan gagal napas dan kematian tidak menimpa kepada pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri,” tutup Agus.(Hs)

Related posts