Gawat! 25 Persen Balita Indonesia Kecanduan Gawai, Ancaman “Brain Rot” Menanti

Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, kembali mengangkat isu krusial tentang bahaya penggunaan gawai berlebihan pada anak usia dini.

Fajar memperingatkan fenomena yang disebutnya sebagai brain rot penurunan fungsi intelektual, emosional, dan sosial akibat paparan digital yang tidak terkendali.

“Sebanyak 33,4 persen anak usia 0–6 tahun sudah terbiasa menggunakan gawai, dan 25 persen di antaranya masih di rentang usia 0–4 tahun. Ini bukan sekadar statistik, ini gejala tsunami digital yang mengancam pondasi perkembangan anak-anak kita,” tegas Fajar dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Fasilitator PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) Tahap 2 yang diselenggarakan oleh Direktorat PAUD.

Menurutnya, masa usia dini seharusnya diisi dengan interaksi langsung, komunikasi nyata, dan aktivitas fisik yang merangsang multisensorik, bukan terpaku pada layar ponsel atau tablet. “Kita tidak bisa menggantikan pelukan dengan emoji, atau suara orang tua dengan video edukasi,” lanjutnya dikutip, Selasa (10/6).

Fajar menegaskan bahwa permasalahan ini tidak bisa dibebankan hanya kepada lembaga pendidikan. Ia mengajak para fasilitator PAUD HI untuk menjadi agen perubahan dalam menyuarakan literasi digital kepada orang tua dan masyarakat.

“Jika kita ingin membentuk generasi emas 2045, maka kita tidak bisa membiarkan otak mereka tumpul sejak kecil karena kelalaian kita hari ini,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dari bidang kesehatan, sosial, hingga pemberdayaan masyarakat untuk membangun ekosistem PAUD yang sehat, holistik, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur PAUD, Nia Nurhasanah, menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat peran fasilitator sebagai motor penggerak pendidikan anak usia dini di daerah.

“Setelah pelatihan, mereka akan menyusun program pendampingan di wilayah masing-masing. Kami akan pantau secara berkala implementasinya,” ujarnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini diikuti oleh 134 peserta dari 9 provinsi dan 25 kabupaten/kota, yang terdiri dari pejabat bidang PAUD dan fasilitator daerah. Selama tiga hari pelatihan, seluruh peserta menunjukkan komitmen penuh untuk membangun masa depan anak Indonesia yang lebih sehat dan cerdas.

Foto: istimewa