Geliat Ekspor di Tengah Pandemi Covid-19

Guna meningkatkan neraca perdagangan Indonesia di tahun 2020, Kementerian Perdagangan terus mendorong para pelaku usaha untuk melakukan ekspor.

Ekspor sendiri seperti dijelaskan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto saat pelepasan ekspor bawang merah goreng Produksi PT Inti Sumber Citra Rasa ke Malaysia pada Selasa (25/8/2020) di lapangan Kementerian Perdagangan, Jakarta , selain menjaga dan meningkatkan neraca perdagangan juga bertujuan agar para pelaku usaha terus bertahan di tengah pandemi Covid-19.

“ Seperti diketahui, Covid-19 berimbas kepada semua sektor termasuk perdagangan. Atas dasar alasan itulah Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan terus melakukan sosialisasi dengan para pengusaha. Dalam sosialisasi tersebut Kemendag meminta agar pelaku usaha tidak patah semangat untuk melakukan produksi, sebab Kemendag akan memfasilitasi pasar ekspor di luar negeri,” ucap Mendag Agus.

Lebih lanjut dikatakan Mendag Agus, salah satu bukti bahwa Kemendag memfasilitasi para pelaku usaha dalam meningkatkan ekspor adalah berpartisipasi dalam program ASEAN Online Day 2020 yang berlangsung secara serentak di seluruh platform niaga elektronik pada 8 Agustus 2020. “ Perlu diketahui ASEAN Online Day 2020 merupakan program tahunan yang diinisasi negara-negara anggota ASEAN. Tujuannya untuk mendorong dan memfasilitasi para pelaku usaha di ASEAN untuk menjual produk mereka melalui online. Saya berharap para pelaku usaha dapat memanfaatkannya untuk memperkenalkan produk mereka, sekaligus memperluas pangsa pasar mereka di negara-negara yang tergabung di ASEAN,” jelas Mendag Agus.

Kemendag seperti dijelaskan oleh Mendag Agus juga mengerahkan para perwakilan perdagangan di luar negeri, yakni para atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) untuk mempromosikan produk-produk Indonesia.” Dan Alhamdulillah berkat kerja keras mereka, produk-produk Indonesia kembali diminati oleh pasar luar negeri,” jelas Mendag Agus.

Adapun produk Indonesia yang diminati oleh pasar luar negeri adalah kopi, vanili, jamu, olahan makanan jadi seperti Indomie,biskuit dan bawang goreng, produk tekstil, perikanan, pertanian serta peternakan.

Untuk negaranya, Mendag Agus mengatakan ada Arab Saudi, Tiongkok, Malaysia dan beberapa negara lainnya.” Yang pasti jika ditotal semuanya, ada 84 negara. Namun negara-negara tersebut diyakini bisa semakin bertambah, mengingat ada beberapa negara yang tertarik dengan produk olahan makanan jadi buatan Indonesia,” tegas Mendag Agus.

Mendag Agus berharap banyaknya pelaku usaha yang melakukan ekspor ke luar negeri dapat menjadi inspirasi dan juga motivasi bagi para pelaku usaha lainnya untuk terus mengembangkan ekspornya. “ Caranya, dengan tetap mendorong aktivitas produksi dan juga pemasaran sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat terus berjalan,” tutup Mendag Agus.(Hs.Foto.dok Humas Kemendag)

Related posts